Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label Ruang Angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Angkasa. Tampilkan semua postingan

National Aeronautics and Space Administration (NASA) Luncurkan Satelit Peemantau Global Warming

Written By Uneg Uneg on Minggu, 13 November 2011 | Minggu, November 13, 2011

National Aeronautics and Space Administration (NASA) Luncurkan Satelit Peemantau Global Warming

Setelah tertunda lima tahun, akhirnya National Aeronautics and Space Administration (NASA) akan meluncurkan sebuah satelit pengamatan bumi.
Satelit itu diluncurkan untuk meningkatkan pemantauan memperkirakan cuaca dan perubahan iklim.
Seperti dilansir News Yahoo, Selasa (25/10/2011), "Kami sudah mengalami 10 kejadian cuaca yang terpisah, masing-masing menimbulkan setidaknya USD1 Triliun kerugian," kata Louis Uccelini dari National Oceninc and Atmospheric Administration.
Satelit akan berangkat sebelum fajar pada hari Jumat dari Vandenberg Air Force Base, California, dengan roket Delta 2 yang akan mendorong ke ketinggian orbit sekitar 500 mil (800 kilometer).
Satelit seharusnya meluncur pada tahun 2006, tapi karena terjadi masalah terpaksa peluncurannya ditunda. NASA menginvestasikan sekira USD895 juta dalam misi ini.
Saat peluncurannya, NASA mengundang 20 'pengikut' Vandenberg di Twitter dan mereka akan duduk di baris depan untuk melihat peluncuran satelit.
Setelah di orbit, satelit ini akan menghabiskan lima tahun ke depan untuk mengitari bumi dari kutub ke kutub. Data akan ditransmisikan ke 'ground station' di Norwegia dan kemudian diarahkan ke Amerika Serikat (AS)

Minggu, November 13, 2011 | 0 komentar

Satelit Phobos-Grunt Milik Rusia Gagal menuju Mars

Satelit Phobos-Grunt Milik Rusia Gagal menuju Mars

Rusia terus melakukan upaya untuk mendapatkan kembali kontrol pada satelitnya yang terjebak mengelilingi bumi. Satelit Phobos-Grunt merupakan misi Rusia yang diluncurkan pada Rabu lalu, namun gagal menuju Mars.
Dilansir BBC, Minggu (13/11/2011), insinyur telah menggunakan stasiun pelacakan untuk berbicara dengan satelit dan mendiagnosa masalahnya, tapi sayangnya upaya itu tidak berhasil.
Sementara itu The European Space Agency Spacecraft Operation Centre (Esoc) Jerman kini terlibat untuk membantu membangun link, dengan menggunakan antena di Giyana, kepulauan Canary dan daratan Spanyol.
Tidak hanya Esoc, US Space Agency (NASA) juga menawarkan bantuan untuk melakukan sesuatu yang bisa mengontrol kembali pesawat luar angkasa itu.
Direktur eksplorasi Mars NASA, Doug McCuistion mengatakan, "Kami telah menawarkan bantuan jika mereka membutuhkannya, dan kami akan menyediakan yang terbaik semampu kami."
Jika Phobos-Grunt benar-benar hilang, maka kelompok-kelompok profesional akan melakukan upaya untuk menentukan secara tepat tempat dan waktunya pesawat luar angkasa itu turun.
Seperti UARS, kendaraan luar angkasa akan terbakar di atmosfer, tetapi setiap bagian yang terbuat dari suhu tinggi logam, seperti titanium atau stainless steel memiliki kesempatan untuk jatuh ke permukaan

Minggu, November 13, 2011 | 0 komentar

Gambar Terbaru Kondisi Bulan Di Publikasikan NASA

Written By Uneg Uneg on Rabu, 07 September 2011 | Rabu, September 07, 2011

Gambar Terbaru Kondisi  Bulan Di Publikasikan NASA

Dalam sebuah jumpa pers, Jim Green, Director Planetary Science Division NASA memperlihatkan foto-foto situs pendaratan Apollo 12, 14, dan 17 yang diambil oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO).

NASA memublikasikan gambar-gambar yang sebelumnya belum pernah diketahui khalayak seputar tiga titik pendaratan di Bulan. Foto-foto resolusi tinggi ini menampilkan gambar yang sangat detail atas situs eksperimen, jejak kaki para astronot, serta kendaraan di Bulan.

“Kita bisa melihat jejak bekas langkah kaki para astronot dengan detail yang lebih baik dan melihat dari mana mereka mengambil sampel-sampel bebatuan di

Bulan,” kata Noah Petro, geolog bulan di Goddard Space Flight Center NASA, seperti dikutip dari Huffington Post, 7 September 2011.

Menurut Mark Robinson, peneliti dari Arizona State University yang bertugas sebagai peneliti utama studi LRO, foto-foto baru ini berbeda dengan foto-foto permukaan Bulan yang sebelumnya pernah diambil.

“Gambar dari Narrow Angle Camera pada ketinggian rendah memperdalam pengetahuan kita terhadap permukaan Bulan,” ucap Robinson. “Salah satu contoh adalah tajamnya bekas jejak kendaraan penjelajah di situs pendaratan Apollo 17. Pada foto terdahulu, jejak tersebut memang terlihat, namun kini garis paralel tajam terlihat di permukaan,” ucapnya.

Foto-foto terbaru ini juga menggambarkan bahwa banyak puing-puing tertinggal di permukaan Bulan di saat para ilmuwan tengah memprihatinkan banyaknya sampah yang tertinggal di ruang angkasa, di orbit planet Bumi.

“Kita gagal mengontrol kebersihan lingkungan,” kata Donald Kessler, mantan peneliti senior NASA. “Tampaknya membersihkan sampah di ruang angkasa kini sudah menjadi kebutuhan,” ucapnya.

Adapun misi ke Bulan berikutnya NASA adalah mengirimkan sensor kembar untuk mempelajari gravitasi Bulan. Data yang dikumpulkan akan memberikan informasi bagi ilmuwan untuk lebih memahami bahan-bahan pembentuk Bulan, hingga sampai ke intinya. (fz)

Rabu, September 07, 2011 | 0 komentar

Bandara Wisata Antariksa Siap Beroperasi 2013

Bandara Wisata Antariksa Siap Beroperasi 2013

Richard Branson, Miliarder nyentrik asal Inggris memiliki ambisi menjadikan antariksa sebagai destinasi wisata. Untuk mewujudkan ambisi itu, Branson pun memperkenalkan pesawat ruang angkasa komersial "SpaceShipTwo", pada akhir tahun 2009 lalu.

Tidak hanya menyiapkan pesawat ruang angkasa komersial, melalui perusahaan Virgin Galactic, Branson pun membangun spaceport. Ini merupakan bandara antariksa yang akan digunakan penumpang pesawat ruang angkasa Virgin untuk lepas landas ke luar angkasa.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, spaceport ini pun sudah 90 persen siap digunakan. Berlokasi di lahan 1.800 acre atau 720 hektar di Las Cruces, New Mexico, Amerika Serikat, spaceport ini memiliki landas pacu (runway) sepanjang 2 mil atau sekitar 3,2 kilometer.

Spaceport ini memiliki desain yang futuristik, baik itu di hangar atau pun terminal. Sedangkan, Pusat Pengendali Antariksa di spaceport ini memiliki bentuk kubah atau dome besar.

Proyek ini hanya butuh beberapa bulan saja untuk penyelesaian akhir. Virgin Galactic sendiri mempersiapkan penerbangan antariksa perdananya di tahun 2013.

Direktur Eksekutif Otoritas Spaceport New Mexico, Christine Anderson, mengaku kaget dengan perkembangan yang dicapai proyek ini.

"Ketika Anda berpikir seperti apa jadinya, akan dibangun di mana, kemudian itu dibangun di gurun pasir di New Mexico--itu merupakan kota kecil yang dibangun," kata Christine, seperti dikutip dari Space.com.

"Jadi saya 'angkat topi' untuk kontraktor, arsitek, dan semua yang mengeluarkan waktu dan keringat untuk membangun itu," lanjutnya.

Pesawat SpaceShipTwo saat ini masih dalam tahap uji coba, terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan untuk turis yang menggunakan pesawat ini. Perkiraan Anderson, pesawat ini bisa mulai dioperasikan pada kuartal pertama tahun 2013. (fz)

Rabu, September 07, 2011 | 0 komentar

Ternyata Bulan Lebih Muda 200 Tahun Dari Perkiraan Awal

Written By Uneg Uneg on Kamis, 18 Agustus 2011 | Kamis, Agustus 18, 2011

Ternyata Bumi Lebih Muda 200 Tahun Dari Perkiraan Awal

Pojokberita.com - Dipercaya, Bulan tercipta dari tabrakan antara benda langit besar serupa planet dengan proto-Bumi. Energi akibat tabrakan ini sedemikian besar sehingga material yang meleleh terlempar ke angkasa dan membentuk Bulan. Saat Bulan mendingin, material memadat dan membentuk beragam mineral.

Lars E Borg dari Lawrence Livermore National Laboratory dan Richard Carlson dari Universite Blaise Pascal berusaha mengetahui kapan kejadian tersebut terjadi, alias memperkirakan umur Bulan. Mereka menganalisis ferroan anthrosite (FAN), batuan lempeng tertua di Bulan.

Hasil analisis dengan bantuan isotop timah dan neobydium itu menunjukkan bahwa usia Bulan ternyata 200 juta tahun lebih muda dari perkiraan. Sebelumnya diperkirakan bahwa usia Bulan 4,568 miliar tahun atau hampir setara dengan usia tata surya. Tetapi, hasil analisis Borg dan Carlson menunjukkan bahwa usia Bulan 4,36 miliar tahun.

"Usia sampel batuan Bulan yang muda ini berarti bahwa Bulan memadat jauh setelah waktu yang diperkirakan dan kita harus mengubah seluruh pemahaman kita tentang sejarah geokimia Bulan," kata Carlson seperti dikutip Physorg, Rabu (17/8/2011).

Hasil analisis juga menunjukkan bahwa usia batuan lempeng tertua di Bulan itu sama dengan usia mineral tertua, zircons, yang ditemukan di wilayah barat Australia. Ini menegaskan, batuan tertua di Bumi dan Bulan terbentuk pada saat yang hampir bersamaan, setelah tabrakan.

Hasil penelitian Borg dan Johnson dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu kemarin. Sampel FAN yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari koleksi Johnson Space Center, NASA. (fz/physorg)

Kamis, Agustus 18, 2011 | 0 komentar

Rusia Siapkan Hotel Ruang Angkasa

Written By Uneg Uneg on Rabu, 17 Agustus 2011 | Rabu, Agustus 17, 2011

Rusia Siapkan Hotel Ruang Angkasa

Pojokberita.com - Rusia kemarin mengumumkan rencana menempatkan sebuah hotel di ruang angkasa yang dapat ditempati tujuh tamu dalam empat kabin dan memiliki jendela besar untuk melihat Bumi berputar di bawahnya.

Untuk sampai ke hotel itu memakan waktu dua hari dengan roket Soyuz. Untuk tinggal selama lima hari, Anda akan dikenakan biaya £ 100.000 (Rp 1,4 miliar) dan biaya perjalanan £ 500.000 (Rp 7 miliar).

Hotel itu, Commercial Space Station, akan dibuka tahun 2016. Menurut mereka yang berada di balik rencana itu, hotel ini jauh lebih nyaman dari Stasiun Luar Angkasa Internasional yang digunakan oleh astronot dan kosmonot.

Dalam ruang tanpa bobot, pengunjung dapat memilih tempat tidur vertikal atau horisontal dan juga disediakan ruang untuk mandi. Di kapal Stasiun Luar Angkasa Internasional mereka menggunakan spons mandi sampai mereka kembali ke rumah.

Wisatawan, yang akan didampingi oleh awak berpengalaman, akan mendapat makanan yang disiapkan di Bumi dan akan dipanaskan dalam microwave.

Tidak seperti makanan beku yang diberikan kepada astronot, pengunjung akan mendapatkan makanan lezat, seperti sapi rebus dengan jamur liar, sup buncis, sup kentang, dan kolak plum.

Es teh, air mineral, dan jus buah akan tersedia, tetapi alkohol dilarang. Toilet akan menggunakan udara yang mengalir, bukan air.

Air limbah akan didaur ulang, sementara udara akan disaring untuk menghilangkan bau dan bakteri dan kemudian dikembalikan ke kabin.

Sergei Kostenko, Kepala Eksekutif Orbital Technologies yang akan membangun hotel itu, mengatakan, "Rencana modul kami tidak akan mengingatkan Anda akan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Sebuah hotel harus nyaman dan akan mungkin melihat Bumi melalui lubang intip besar."

"Hotel itu ditujukan untuk orang kaya dan orang yang bekerja untuk perusahaan swasta yang ingin melakukan penelitian di ruang angkasa." (fz/dailymail)

Rabu, Agustus 17, 2011 | 0 komentar

Sebenarnya Bumi Tidak Perlu Bulan

Written By Uneg Uneg on Selasa, 16 Agustus 2011 | Selasa, Agustus 16, 2011

Sebenarnya Bumi Tidak Perlu Bulan

Pojokberita.com - Simulasi stabilitas Bumi untuk berputar pada porosnya menunjukkan bahwa sebenarnya Bumi tak perlu Bulan. Dalam artian, tanpa kehadiran Bulan pun, dinamika Bumi tetap stabil sesuai simulasi tersebut.

"Bulan yang besar memang bisa menstabilkan planet. Tapi dalam banyak kasus, hal itu tak dibutuhkan," ungkap Jason Bames, astronom University of Idaho yang melakukan simulasi itu.

Bulan yang relatif besar saja yakni beberapa ratus lebih kecil dibandingkan Bumi tidak terlalu besar pengaruhnya. Bandingkan dengan satelit Phobos milik Mars yang ukurannya 60 juta kali lebih kecil daripada Bulan.

Astronom percaya, efek Bulan pada stabilitas rotasi Bumi tak sebesar yang diperkirakan. Tanpa Bulan, kemiringan Bumi hanya akan berubah sebesar 10 hingga 20 derajat dalam kurun waktu 500 juta tahun.

Perubahan itu memang bisa berdampak pada iklim. Namun, dampak iklim yang ada tak akan terjadi secara luas sehingga tidak mengganggu proses evolusi makhluk hidup.

Astronom pun percaya, Bulan juga tidak dibutuhkan oleh planet lain di semesta yang berpotensi mendukung kehidupan.

Mereka justru percaya, tanpa planet lain seperti Jupiter, perubahan kemiringan Bumi justru akan terjadi secara liar. "Ini karena Jupiter sangat masif," kata Bames seperti dikutip situs Daily Mail, Kamis (11/8/2011) lalu. 

Hasil simulasi ini berbeda dengan teori yang berkembang. Selama ini dipercaya bahwa tanpa Bulan, kemiringan Bumi akan terus berubah dan perubahan iklim yang besar akan terjadi. Matahari mungkin bersinar di kutub dan mencairkan es sehingga berpengaruh pada evolusi makhluk hidup.

Hasil penelitian Bames dipublikasikan di jurnal Astrobiology Magazine bulan ini. (fz/dailymail)

Selasa, Agustus 16, 2011 | 0 komentar

Rasi Bintang Untuk Kompas Alam

Written By Uneg Uneg on Senin, 15 Agustus 2011 | Senin, Agustus 15, 2011

Rasi Bintang Untuk Kompas Alam

Pojokberita.com - Salah satu rasi bintang yang memiliki arti penting bagi bangsa-bangsa di belahan Bumi selatan adalah Crux yang di Indonesia dikenal dengan sebutan rasi Layang-layang. Jauh sebelum nama Layang-layang dikenal, sejumlah etnis Nusantara mengenal rasi ini sebagai Lintang Gubug Péncéng dan Ikan Pari.

Rasi ini memiliki makna penting karena menjadi penanda arah selatan. Lima bintang terang yang dimilikinya dan bentuknya yang sederhana membuat rasi ini mudah diamati dan diidentifikasi.

Selepas Matahari terbenam selama Agustus ini, rasi Layang-layang terlihat cukup rendah di langit selatan, yakni 10-30 derajat di atas horizon. Rasi ini terlihat di langit malam sejak April-Agustus, tetapi waktu terbaik mengamatinya antara Mei dan Juni.

Peneliti Planetarium Jakarta yang juga Pembina Himpunan Astronom Amatir Jakarta, Widya Sawitar, Kamis (11/8/2011), di Jakarta, mengatakan, meski kemunculan rasi ini menjadi penanda datangnya musim kemarau, fungsi penunjuk arah merupakan yang utama.

Saat rasi ini menghilang dari langit malam pada September, muncul rasi Orion atau Lintang Waluku. Rasi Orion memiliki arti paling penting bagi masyarakat Jawa karena menjadi penanda dimulainya masa bercocok tanam.

Nama Gubug Péncéng berasal dari kisah sejumlah pemuda yang membangun rumah. Di depan rumah yang dibangun, setiap hari lewat seorang perempuan cantik yang akan mengantar makanan ke sawah. Kecantikan perempuan itu mengganggu konsentrasi para pemuda. Alhasil, rumah yang dibangun bentuknya miring alias péncéng (Jawa). Gambaran itu diabadikan menjadi nama rasi Gubug Péncéng.

Perempuan cantik diabadikan sebagai Lintang Wulanjar Ngirim, yang dalam astronomi modern dikenal sebagai bintang Alpha Centauri dan Beta Centauri. Kedua bintang ini merupakan bagian dari rasi Centaurus yang dalam mitologi Yunani dilambangkan dengan kuda berkepala manusia. Sang perempuan diabadikan sebagai Alpha Centauri yang merupakan bintang terdekat dari Bumi setelah Matahari. Adapun selendangnya yang tertiup angin diabadikan sebagai Beta Centauri.

Menurut Widya, sejak kapan masyarakat Jawa mengenal Lintang Gubug Péncéng tidak dapat dipastikan. Namun, semasa pemerintahan Panembahan Senapati dari Kerajaan Mataram yang bertakhta antara 1575 dan 1601, nama rasi ini sudah disebut-sebut dalam sejumlah tembang. "Jika pada masa itu sudah disebut, pengetahuan tentang Lintang Gubug Péncéng dipastikan sudah ada jauh sebelum masa itu," katanya.

Masyarakat Jawa pesisir mengenal Lintang Gubug Péncéng dan Lintang Wulanjar Ngirim sebagai satu kesatuan dan menyebutnya sebagai rasi Ikan Pari. Adapun masyarakat Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaya mengenalnya sebagai Buruj Pari.

Nama Layang-layang untuk Crux baru muncul dalam era Nusantara modern. Tidak ada literatur kuno yang menyebut Crux sebagai Layang-layang.

Jika etnis Nusantara mengenal Crux dalam pemahaman masyarakat agraris dan maritim, bangsa Barat mengenal rasi ini dalam pemahaman keagamaan. Mereka menamai Crux sebagai Southern Cross (Salib Selatan).

Mahasiswa program doktoral Jurusan Fisika Universitas Leiden dan peneliti Institut Nasional untuk Fisika Sub-Atomik (Nikhef), Amsterdam, Belanda, Tri L Astraatmadja, mengatakan, bangsa Barat mengenal Crux pada abad XVI saat melakukan perjalanan mencari sumber rempah-rempah. Bentuk Bumi yang bulat membuat bangsa-bangsa Eropa tidak bisa melihat Crux yang posisinya di belahan langit selatan.

"Sistem penamaan bintang atau rasi bintang berkaitan dengan budaya masing-masing masyarakat," katanya.

Negara-negara jajahan Barat di belahan Bumi selatan memasukkan gambar rasi Crux dalam bendera negara mereka untuk menunjukkan keunikan tempat mereka, seperti Australia, Selandia Baru, dan Papua Niugini. Adapun bintang rasi Crux pada bendera Brasil yang merupakan bekas jajahan Portugis melambangkan jumlah negara bagian.

Crux merupakan rasi terkecil di antara 88 rasi bintang di seluruh langit yang ditetapkan batas-batasnya oleh Persatuan Astronom Internasional (IAU) pada 1930. Dalam astronomi, rasi ini tidak memiliki makna khusus. Selain penunjuk arah selatan, fungsinya sama dengan fungsi rasi lain, yaitu mempermudah penentuan medan langit dan penamaan benda langit.

Sejumlah obyek astronomi di sekitar rasi Layang-layang yang banyak menarik astronom adalah Kantung Arang, nebula gelap bahan dasar pembentuk bintang, serta Kotak Berlian, gugus bintang terbuka berusia muda.(fz/kompas)

Senin, Agustus 15, 2011 | 0 komentar

NASA Publikasikan Kondisi Awal Trabrakan Antar Galaksi

Written By Uneg Uneg on Minggu, 14 Agustus 2011 | Minggu, Agustus 14, 2011

NASA Publikasikan Kondisi Awal Trabrakan Antar Galaksi

Pojokberita.com - Kamis (11/8/2011) lalu NASA merilis citra tabrakan antar galaksi . Dalam citra itu, Badan Antariksa Amerika Serikat itu menunjukkan kondisi awal tabrakan antar galaksi yang kemudian membentuk galaksi VV 340 atau Arp 302.

Tampak dalam citra itu sepasang galaksi, bagian atas bagian atas adalah galaksi VV 340 Utara sementara di bagian bawah adalah galaksi VV 340 Selatan. Jutaan tahun kemudian, dua galaksi itu bertabrakan dan akhirnya bersatu, persis seperti yang diprediksikan pada Bimasakti dan Andromeda.

Citra yang ditangkap adalah bagian dari Great Observatories All-Sky Luminous Infrared Galaxy Survey, yang mengombinasikan data Chandra X-Ray, teleskop antariksa Hubble, teleskop infrared luar angkasa Spitzer dan Galaxy Evolution Explorer (GALEX) observatory.

Galaksi VV 340 terletak 450 juta tahun cahaya dari Bumi. Karena bersinar terang dalam hasil pengamatan infrared, maka galaksi ini disebut Luminous Infrared Galaxy.

Analisa citra lebih lanjut dengan Chandra X ray menunjukkan, VV 340 Utara memiliki sebuah lubang hitam supermasif. Ini diperkuat dengan emisi infra merah hasil observasi Spitzer yang juga didominasi oleh VV 340 Utara.

Sementara, Hubble dan GALEX menunjukkan bahwa emisi UV dan gelombang pendek berasal dari VV 340 Selatan. Ini menunjukkan, Vv 340 Selatan punya level pembentukan bintang yang lebih tinggi. Dari hasil analisa, astronom menyimpulkan bahwa pasangan VV 340 berevolusi dengan rate yang berbeda.

Tabrakan antar galaksi biasa terjadi dalam evolusi galaksi. Tabrakan yang terjadi tidak dalam arti yang sebenarnya, tapi lebih pada interaksi gravitasi antar galaksi. Dalam tabrakan galaksi, galaksi yang lebih kecil akan "kalah" dan menjadi bagian dari galaksi yang lebih besar.

Survei yang kemudian menghasilkan citra ini adalah bagian dari upaya astronom untuk memahami, mengapa Luminous Infrared Galaxy mengemisikan banyak radiasi inframerah. (fz/space.com)

Minggu, Agustus 14, 2011 | 0 komentar

Molekul DNA Ditemukan Dalam Meteorit

Written By Uneg Uneg on Jumat, 12 Agustus 2011 | Jumat, Agustus 12, 2011

Molekul DNA Ditemukan Dalam Meteorit

Pojokberita.com - Peneliti Badan Antariksa AS, NASA, menemukan DNA, molekul inti kehidupan, dalam meteorit yang jatuh ke Bumi. Penemuan ini mengindikasikan bahwa benda luar angkasa seperti asteroid pernah menghantam Bumi dan membantu terbentuknya kehidupan.

Molekul DNA tersebut ditemukan pada 12 meteorit, 9 di antaranya berasal dari Antartika. Berdasarkan analisis, ada 2 basa nitrogen, yakni adenin dan guanin, yang terdapat pada meteor tersebut. Ada pula hipoxanthine dan xanthine, molekul yang ditemukan di jaringan otot.

Selain itu, ilmuwan juga menemukan 3 molekul yang berkaitan dengan basa nitrogen, disebut analog basa nitrogen. Namun, dua molekul ini tidak pernah ditemukan dalam biologi atau makhluk hidup. Ini menantang para ilmuwan untuk menguraikan apakah molekul ini terbentuk di antariksa.

Pimpinan penelitian, Michael Callahan mengatakan, "Manusia telah menemukan komponen DNA di meteorit sejak tahun 60an. Tapi, peneliti tidak yakin apakah itu terbentuk di luar angkasa atau hasil kontaminasi kehidupan di Bumi."

Lebih lanjut, seperti dikutip CNN, Kamis (11/8/2011) Callahan menuturkan, "Jika asteroid adalah pabrik kimia yang mengeluarkan material prebiotik, Anda akan mengharapkan mereka memproduksi banyak variasi basa nitrogen, tak cuma yang biologis, terkait dengan kondisi masing-masing asteroid."

Penemuan basa nitrogen yang bervariasi, termasuk yang tak terdapat dalam biologi sesuai dengan harapan. Dengan kontaminasi yang minimal dari sampel meteorit lain, Callahan dan timnya yakin bahwa material yang terdapat pada meteorit ini terbentuk di luar angkasa.

Penemuan ini semakin menguatkan teori bahwa kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa. Hasil penelitian dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences, Amerika Serikat. Callahan adalah peneliti di Goddard Space Flight Center, NASA. (fz)

Jumat, Agustus 12, 2011 | 0 komentar

Teleskop Hubble Tangkap Untaian “Kalung Emas” Nebula

Teleskop Hubble Tangkap Untaian “Kalung Emas” Nebula

Pojokberita.com - Wide Field Camera 3 pada Teleskop Luar Angkasa Hubble menangkap citra untaian "kalung emas" di luar angkasa pada 2 Juli 2011 lalu. Gambar tersebut merepresentasikan bagian sebuah nebula bernama PN G054.2-03.4 atau Nebula Kalung.

Dalam pencitraan yang ditangkap Hubble, struktur kalung emas di nebula tersebut dibungkus oleh bayangan berwarna yang sebenarnya gas berkerapatan tinggi. Ada tiga macam gas yang terdeteksi, hidrogen (biru), oksigen (hijau), dan nitrogen (merah).

Berdasarkan publikasi NASA, Senin (8/8), diketahui bahwa adanya struktur kalung emas berkaitan dengan sejarah pembentukan nebula. Ini terkait dengan proses bintang yang menua bisa melahap bintang lain di dekatnya dan dampak yang diakibatkannya.

Mulanya, ada dua bintang yang saling mengorbit dengan jarak dekat. Sekitar 10.000 tahun lalu, bintang yang ukurannya lebih besar menua, mengembang, dan melahap bintang lainnya. Meski demikian, bintang yang kecil tetap eksis dan mengorbit "di dalam" bintang besar, meningkatkan kecepatan rotasinya.

Bintang yang lebih besar pun berputar begitu cepat sehingga gas yang menyelimutinya mengembang. Karena adanya gaya sentrifugal, kebanyakan gas "melarikan" diri dari bagian ekuator bintang dan membentuk struktur kalung yang berwarna terang.

Lalu, di manakah pasangan bintang yang disebut-sebut? Dalam citra yang ditangkap Hubble, pasangan bintang tampak sebagai titik kecil berwarna terang di tengah kalung, diselimuti bayangan dominan warna hijau yang sesuai keterangan adalah oksigen.

Pasangan bintang diketahui berjarak sangat dekat, hanya beberapa juta kilometer. Kedua bintang mengorbit satu sama lain begitu cepat dengan periode hanya lebih sedikit dari satu hari. Pasangan bintang dan bagian keseluruhannya, Nebula Kalung, terletak pada jarak 15.000 km di konstelasi Sagitta. (fz/Antara)

Jumat, Agustus 12, 2011 | 0 komentar

NASA Danai Proyek Ruang Angkasa Baru

NASA Danai Proyek Ruang Angkasa Baru

Pojokberita.com - Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA) Senin mengumumkan pendanaan atas 30 proyek ruang angkasa baru, termasuk cara-cara untuk melindungi astronot dari radiasi ruang angkasa, membersihkan puing ruang angkasa dan memperbaiki teknologi pakaian antariksa.

Setiap usul akan mendapat 100.000 dolar AS pembiayaan selama periode satu tahun sebagai bagian dari Konsep Maju Inovatif NASA (NIAC), kata badan itu dalam sebuah pernyataan, lapor AFP.

"Konsep-konsep inovatif ini memiliki potensi untuk matang menjadi kemampuan-kemampuan transformatif yang NASA butuhkan untuk memperbarui operasi misi ruang angkasa kami sekarang ini, menyemai terobosan teknologi yang dibutuhkan bagi misi ruang angkasa yang menantang pada masa depan oleh NASA," kata kepala ahli teknologi NASA Bobby Braun.

Proyek lain dalam daftar itu termasuk teknologi pencetakan tiga dimensi untuk menciptakan tempat kawalan luar planet, dan berbagai cara untuk meningkatkan misi eksplorasi pada masa depan, termasuk penggunaan tenaga solar dan nuklir.

NIAC, pada awalnya dikenal sebagai Lembaga NASA untuk Konsep-konsep Terdepan, beroperasi dari 1998 hingga 2007 sebagai forum independen "untuk melengkapi konsep aktivitas terdepan di NASA", kata badan ruang angkasa itu.

Proyek tersebut dihentikan untuk ditinjau kembali pada 2008 dan diadakan lagi untuk tahun fiskal 2011 "guna menyelidiki konsep maju yang visioner, mencapai jauh, sebagai bagian dari misi badan itu. (fz/AFP)

Jumat, Agustus 12, 2011 | 0 komentar

TrES-2b Planet Tergelap

TrES-2b Planet Tergelap

Pojokberita.com – Planet TrES-2b yang mengorbit sebuah bintang yang jauh berwarna lebih gelap daripada batu bara, yang menunjukkan kurang dari satu persen sinar Matahari yang mencapai planet itu, demikian dilaporkan Kamis.

Dunia aneh itu adalah sebuah planet gas raksasa seukuran Yupiter, bukan berbentuk karang padat seperti Bumi atau Mars, kata para astronom, lapor AFP. (fz/AFP)

Jumat, Agustus 12, 2011 | 0 komentar

Categories

Jumlah

Free Hit Counters